Tips Mendapatkan Inspirasi untuk Menulis

Menulis. Kegiatan ini mungkin bukan jadi kegemaran banyak orang. Padahal menulis adalah salah satu kegiatan yang memiliki banyak manfaat. Sebut saja mengasah kemampuan berbahasa, melatih kedisiplinan, melatih ingatan dan imajinasi serta masih banyak hal laiinya yang bisa didapat dari menulis.

Menulis sekarang juga sudah menjadi pekerjaan yang bisa mendatangkan banyak pundi-pundi rupiah lho. Banyak penulis yang membuat buku untuk kemudian di jual, penulis yang menulis untuk diterbitkan di majalah, koran atau di media tertentu juga akan mendapatkan penghasilan dari tulisannya.

Jika kalian kira hasil menulis hanya bisa dikirim ke media, kalian harus berpikir lebih terbuka lagi. Sekarang banyak sekali pihak yang membutuhkan penulis handal, dari pemerintah, perusahaan periklanan, produk yang berusaha mendapatkan “nama” dengan cara memencarkan tulisan-tulisan yang mengulas produk mereka.

Para penulis juga mendapatkan pekerjaan dari menulis untuk situs web yang ia kelola. Sebut saja Raditya Dika. Ia mulai aktif menulis sejam 2006 ketika ia masih berkuliah di Australia. Dari tulisannya yang kala itu masih ia torehkan di laman micro blogging gratis, sekarang ia sudah menjadi penulis, aktor, produser dan sutradara yang tidak bisa dianggap remeh lagi.

Jadi masih berpikir kalau menulis itu hanya sekedar untuk mengisi keseloan kalian? Eits! Bukalah cakrawala baru!

Tips mencari ide menulis

sumber: http://az616578.vo.msecnd.net

Nah, di artikel ini saya akan membahas 10 tips yang akan membantu kalian dalam cara mencari inspirasi dan ide seperti apa tulisan kalian berikutnya.

1. Persiapkan Tubuh Kalian

Tubuh kalian adalah segalanya. Tubuh kalian bak mesin tempur yang tidak kenal lelah jika diberi bahan bakar yang tepat. Untuk mendapatkan bahan bakar yang tepat, yang bisa menemukannya hanyalah diri kalian sendiri.

Orang memiliki pilihan dan kecenderungan masing-masing dalam mempersiapkan diri untuk menulis. Untuk saya pribadi, mood atau suasana hati memegang peranan yang penting. Karena itu menjaga agar tidak stress, tetap rileks dan santai adalah kunci dalam menulis.

Mandi atau cuci muka sebelum menulis. Hal ini akan membuat badan terasa lebih segar, sehingga kita akan lebih bersemangat dan akan berkonsentrasi penuh dalam menulis.

2. Bacalah yang banyak, apapun itu

Membaca dan menulis bak yin dan yang. Saling melengkapi. Membaca banyak hal akan membuat otak kalian lebih kaya informasi, apapun jenis informasinya. Entah tentang sekolah, politik, agama, ilmu atau bidang tertentu, tren masa kini dan lain sebagainya.

Membaca juga akan mempengaruhi gaya menulis kalian. Karena itu membaca adalah hal yang sangat disarankan sebelum menulis. Membaca juga bisa menjadi sumber inspirasi atau imajinasi seperti apa tulisan kalian nantinya.

Tak hanya membaca, menonton TV atau mendengarkan radio juga bisa menjadi sumber inspirasi dalam menulis. Bentuknya yang audio visual atau hanya visual saja akan membuat kalian berpikir.

Karenanya, tulisan kalian akan lebih terarah ke satu titik dengan argumen-argumen yang menilik dari berbagai sudut pandang.

3. Tanyakan Pada Diri Sendiri

Kalian pasti sering berbicara pada diri sendiri. Entah mengumpat, mengguman tentang sesuatu atau mempertanyakan pada diri sendiri tentang ‘penting gak sih’

Nah, mulai dari situ kalian juga bisa mendapatkan inspirasi untuk menulis lho. Karena kalian adalah bagian dari masyarakat, maka kalian juga mewakili pikiran dari masyarakat. Bisa jadi pikiran kalian adalah pikiran atau ide yang telah lama disimpan oleh orang lain tapi orang lain terlalu malas mengungkapkannya.

4. Amati diri sendiri, dan orang lain

Mengamati perilaku dan respon diri sendiri atau orang lain terhadap sesuatu juga bisa menjadi bahan inspirasi tulisan kalian. Perilaku dan respon terhadap sesuatu bisa jadi berbeda tiap orang. Karena itu membahas atau menulis sesuatu tentang satu hal NAMUN dari perspektif lain mungkin akan menjadi bahan tulisan yang keren dan out of the box. 

5. Diskusi

Berdiskusi adalah kegiatan saling tukar menukar informasi, memberi tanggapan dan juga masukan. Jangan kira berdiskusi itu wujudnya sangat formal, duduk melingkar dan berbicara saling bergantian. Nongkrong di kafe dengan teman segeng atau bergosip juga perwujudan dari diskusi.

Berdiskusi dapat membuat kalian mengerti seperti apa pola pikir orang lain. Nah, pola pikir ini bisa kalian jadikan bahan argumen atau bahkan tulisan untuk membahas suatu hal dari perspektif orang lain selain dari diri kalian sendiri.

Kalian juga bisa saling bertukar pendapat, ide atau reaksi akan suatu hal hingga dukungan dikala kalian sedang suntuk dan tidak ada ide untuk menulis.

6. Pengalaman adalah guru yang sebenarnya

Kalian pasti prenah mendengar pepatah ini bukan? Suatu hal akan terekam secara lebih tajam dan lengkap jika kita mengalaminya sendiri. Lebih dari itu, pengalaman juga akan membuka pola pikir dan cara pandang kita mengenai suatu hal.

Kalian juga bisa menjadikan pengalaman kalian sebagai rujukan dalam berargumen. Dengan mengalaminya sendiri kalian bisa menulis dengan fakta-fakta yang kalian ketahui sendiri, tidak hanya mengutip dari pengalaman orang lain.

Ketika kalian menulis dari pengalaman sendiri, maka tulisan kalian juga akan terdengar lebih meyakinkan.

7. Buatlah mind map atau Peta Tujuan

Mind map atau peta tujuan ini berfungsi agar kalian tidak melenceng dan keluar derta mengingatkan kalian ke jalur tujuan apa dan kemana kalian menulis artikel tertentu. Juga berfungsi untuk memotivasi ketika kalian lelah dan tidak ada bahan untuk ditulis dan alasan mengapa kalian menulis sejak hari pertama.

Mind map atau peta tujuan juga bertujuan untuk memudahkan kalian dalam menulis dalam struktur. Struktur ini sangat penting demi kenyamanan membaca. Jadi pembaca akan lebih mudah mengikuti alur kemana kalian membahas sesuatu.

8. Carilah atau Buatlah Waktu dan Tempat yang Nyaman untuk Menulis

Kenyamanan dalam menulis juga menjadi hal yang penting untuk dipikirkan karena dengan kenyamanan, tubuh kita akan lebih rileks dan ide ide untuk menulis pun akan berdatangan dengan sendirinya.

Tempat yang nyaman bagi tiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang lebih suka nulis bareng bareng dengan temannya di cafe, ada yang lebih suka menyendiri di kamar dan lain sebagainya. Karena itu kalian harus bertanya kepada diri sendiri, ‘Aku nyamannya nulis dimana dan kapan ya?

9. Jangan Memaksa Diri Sendiri

Apapun yang dipaksa itu hasilnya tidak akan maksimal. Seperti pepatah jawa bilang Alon alon waton kelakon yang artinya pelan-pelan saja, yang penting selesai.

Karena itulah, jangan memaksa diri sendiri untuk terus menerus menulis. Selain hasilnya yang kurang ‘ngeh’, tulisan juga akan kurang terasa aliran nya. Tulisan akan terasa seperti membaca di jalan yang tidak halus. Terpotong-potong.

Tenang, rileks dan santai akan membuat tulisan kalian lebih enak dibaca dan berkualitas tinggi. Tentunya didapat dari proses pembelajaran pula.

10. Terus menulis tanpa memikirkan pendapat orang lain, mereka hanya iri

Kalau kamu terus menerus memikirkan pendapat, komentar bahkan cemoohan orang lain, kapan kalian akan menjadi diri sendiri dan bangkit?

Orang lain tidak memiliki akhir dan tidak akan puas mencari kejelekan dan kekurangan kalian. Padahal, manusia sempurna kan karena kekurangannya. Mereka terus memberikan komentar bahkan cemoohan karena mereka iri dan takut kalian akan mengungguli mereka.

Mereka tidak ingin kalian menjadi manusia mandiri yang jauh lebih hebat. Karena itulah mereka akan berusaha sekeras mungkin untuk membuat kalian jatuh.

Namun jangan anggap komentar itu selalu berusaha menjatuhkan kalian, ada beberapa orang yang memberikan komentar dan kritik yang memang berniat membangun kalian. Jadi ambillah komentar yang baik dan buatlah komentar yang buruk menjadi lecutan motivasi kalian untuk menulis lebih keras dan menjadi orang yang lebih baik dan berguna bagi orang lain.

Selamat Mencoba!

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *